Jumat, 28 Oktober 2016

Penggunaan Kalkulator dalam Pembelajaran Matematika



Stigma negatif tentang penggunaan kalkulator ketika belajar matematika berkembang begitu pesat seolah tak ada manfaatnya sedikit pun dalam pembelajaran. Tidak hanya guru, para orangtua pun ikut meng-iya-kan stigma ini.
Padahal nyatanya, telah banyak peneletian yang menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh negatif dalam penggunaan kalkulator dalam pembelajaran matematika. 
Kuncinya terletak pada, bagaimana proses pembelajaran itu direncanakan dan dilaksanakan.




BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
Teknologi merupakan sarana yang penting untuk mengajar dan belajar matematika secara efektif, teknologi memperluas matematika yang dapat diajarkan dan meningkatkan belajar siswa. Istilah teknologi dalam konteks matematika sekolah merujuk pada semua jenis kalkulator dan komputer, termasuk akses ke Internet dan sumber-sumber yang tersedia untuk menggunakan perangkat tersebut. Dikutip dari NCTM dalam kaitannya dengan teknologi cukup jelas bahwa: Teknologi merupakan sarana penting untuk belajar dan mengajar matematika. Teknologi berkembang beriringan dengan perkembangan zaman yang memunculkan banyak ahli dengan berbagai penemuan baru mereka. Salah satu penemuan tersebut adalah kalkulator.
Sejak dulu telah dikenal alat bantu dalam perhitungan, mulai dari yang sangat sederhana dengan menggunakan butir-butir biji-jian, menggunakan jari tangan, kemudian berkembang dengan menggunakan dekak-dekak, abacus, mesin hitung manual, dan akhirnya pada alat hitung elektronika berupa kalkulator dan komputer. Pada perkembangannya sekarang ini, kalkulator sering dimasukkan sebagai fungsi tambahan daripada komputer, handphone, bahkan sampai jam tangan.
Kenyataannya saat ini belum banyak siswa maupun guru yang mampu menggunakan kalkulator untuk penyelesaian berbagai perhitungan dalam matematika. Pada umumnya masih terbatas penggunaannya pada proses perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan. Padahal dengan menggunakan scientific calculator dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai perhitungan-perhitungan baik dalam operasi hitung maupun lainnya, misalnya statistic, keuangan, aljabar, kalkulus, dan sebagainya. Oleh karena itu seorang guru perlu mengetahui penggunaan kalkulator tersebut untuk pembelajaran matematika.
Matematikawan asal Malaysia, Prof Dr Noraini Idris, berpendapat kalkulator memungkinkan mata pelajaran matematika kian menarik karena adanya dorongan interaksi untuk menyelesaikan permasalahan. Menurutnya, penggunaan kalkulator memberi kesempatan lebih beragam kepada anak untuk berinteraksi. Sebab mereka punya waktu ketika menggunakannya untuk menyelesaikan soal matematika ketimbang jika melakukan perhitungan secara manual. Sebenarnya penggunaan kalkulator dapat berguna dengan baik apanila kita tahu cara penggunaannya.
Pada makalah ini akan dibahas mengenai pengertian kalkulator, mengapa perlu menggunakan kalkulator, bagaimana menggunakan kalkulator dalam pembelajaran matematika, bagaimana mengajarkan matematika dengan menggunakan kalkulator, dan jenis-jenis kalkulator.

1.2    Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.      Apa itu kalkulator?
2.      Mengapa perlu menggunakan kalkulator?
3.      Bagaimana menggunakan kalkulator dalam pembelajaran matematika?
4.      bagaimana mengajarkan matematika dengan menggunakan kalkulator?
5.      Apa saja jenis-jenis kalkulator?

1.3    Tujuan
Berdasarkan penjelasan pada rumusan masalah di atas makan tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui:
1.      Apa itu kalkulator.
2.      Mengapa perlu menggunakan kalkulator.
3.      Bagaimana menggunakan kalkulator dalam pembelajaran matematika.
4.      bagaimana mengajarkan matematika dengan menggunakan kalkulator.
5.      Apa saja jenis-jenis kalkulator.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1    What is Calculator?
Apa itu kalkulator? Pengertian kalkulator secara singkat ialah alat bantu untuk menghitung. Kalkulator merupakan alat hitung elektronika yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan komputer, dan dikalangan masyarakat sudah banyak yang menggunakannya sebagai alat bantu hitung yang praktis dan cepat. Dan saat ini sudah banyak beredar kalkulator dengan bermacam-macam merek dan tipe, yang biasanya mempunyai cara pengoperasian yang berbeda-beda, tetapi pada dasarnya hamper sama.
Menurut Wikipedia, kalkulator atau mesin hitung adalah alat untuk menghitung dari perhitungan sederhana seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian sampai kepada kalkulator sains yang dapat menghitung rumus matematika tertentu. Pengertian ini sejalan dengan Winarno (2003) bahwa kalkulator merupakan alat hitung elektronika yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan komputer, dan saat ini sudah beredar banyak dikalangan masyarakat yang digunakan sebagai alat bantu hitung yang praktis dan cepat.
Kalkulator dapat dipandang sebagai alat bantu dalam pembelajaran. Kalkulator menurut Kamus Elektronika (Wasito; 1996:83-94 dalam Marsigit dan Siswanto, 2003) adalah piranti khusus untuk melaksanakan persiapan ilmu hitung dengan datadata dan instruksi yang dimasukkan kepadanya. Kebanyakan piranti ini memerlukan intervensi tangan, yang dapat dipakai untuk melaksanakan penghitungan logika dan digit.
Pada perkembangannya sekarang ini, kalkulator sering dimasukkan sebagai fungsi tambahan daripada komputer, handphone, bahkan sampai jam tangan. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan semua kalangan menggunakan kalkulator. Selain itu juga pengembangan kalkulator dalam pemanfaatannya mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih.
Dapat diambil kesimpulan bahwa kalkulator adalah sebuah alat bantu hitung yang semakin modern sesuai perkembangan zaman, simple, dan mudah dibaw kemana-mana.

2.2    Why Using Calculator?
Mengapa perlu menggunakan kalkulator? Penggunaan kalkulator perlu dilakukan karena kalkulator merupakan alat yang mampu membantu memudahkan perhitungan. Pengoperasian bilangan-bilangan besar dapat dilakukan dengan mudah kalau kita menggunakan kalkulator.
Sebenarnya penggunaan kalkulator dalam pembelajaran matematika masih menimbulkan pertentangan atau perdebatan dari berbagai pihak. Sebagian orang berpendapat bahwa kalkulator dapat membantu peserta didik untuk lebih berkonsentrasi dalam memahami dan mempelajari konsep-konsep matematika, daripada sekedar melakukan perhitungan matematika yang rumit dan membosankan. Mereka juga berpendapat bahwa kalkulator dapat mengembangkan ‘number sense’ dan membuat peserta didik lebih percaya diri dengan kemampuan matematika yang mereka miliki.
Sementara sebagian lain yang menentang penggunaan kalkulator dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, mengatakan bahwa kalkulator membuat peserta didik tidak belajar tentang fakta-fakta dasar, menghambat peserta didik dalam menemukan dan memahami konsep-konsep matematika. Kalkulator hanya mendorong peserta didik untuk mencoba berbagai operasi matematika secara acak tetapi mereka tidak memahami apa yang mereka lakukan. Mereka juga mengatakan bahwa kalkulator menghalangi peserta didik untuk mendapatkan salah satu manfaat penting dari pembelajaran matematika yaitu melatih dan disiplin pikiran serta mempromosikan penalaran logis.
Padahal penggunaan kalkulator dapat berguna dengan baik apabila kita tahu cara penggunaannya. Baik atau buruk penggunaan kalkulator dalam pembelajaran matematika di kelas tergantung pada pendekatan yang digunakan oleh guru. Kalkulator tidak lebih dari sekedar alat yang tidak baik tetapi juga tidak buruk. Kenyataannya sekarang, kalkulator banyak digunakan oleh orang- orang dari berbagai lapisan masyarakat, sehingga peserta didik tetap harus belajar menggunakannya setelah mereka menyelesaikan sekolah.
Manfaat lain dari kalkulator yang memudahkan pembelajaran matematika di kelas diantaranya adalah sebagi berikut:
1.      Kalkulator Dapat Digunakan untuk Mengembangkan Konsep
Kalkulator juga dapat digunakan secara efektif untuk mengembangkan konsep. Adding It Up: Helping Children Learn Mathematics (NRC, 2001) memuat beberapa penelitian jangka panjang yang telah menunjukkan bahwa siswa kelas 4-6 yang menggunakan kalkulator meningkat pemahaman konsepnya.
2.      Kalkulator dapat digunakan untuk Drill
Kalkulator merupakan alat yang sangat baik untuk drill yang tidak merlukan komputer atau perangkat lunak. Kalkulator masa kini mempunyai penyelesaian soal yang sudah terprogram yang memungkinkan siswa untuk dapat belajar fakta-fakta perhitungan, mengembangkan daftar fakta yang terkait, dan menguji kesamaan atau ketidaksamaan ekspresi aritmetika pada kedua sisi dari simbol hubungannya
3.      Kalkulator Meningkatkan Pemecahan Soal
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan kalkulator memperbaiki kemampuan pemecahan soal dari pelajar pada segala tingkatan untuk semua kelas (NRC, 2001). Mekanisme perhitungan kadang dapat memecah perhatian siswa dari problem yang mereka kerjakan. SambiI memahami arti dari operasi, siswa harus diperkenalkan dengan soal nyata dengan bilangan-bilangan yang realistis. Bilangannya mungkin di atas kemampuan mereka untuk menghitung, tetapi kalku­lator membuat soal nyata ini dapat diselesaikan.
4.      Kalkulator Menghemat Waktu
Perhitungan dengan tangan akan memakan waktu, terutama untuk siswa usia dini yang belum mengembangkan pengua­saan teknik-teknik perhitungan mereka. Mengapa waktu harus dihabiskan oleh siswa untuk menjumlahkan bilangan-bilan­gan untuk mencari keIiling dari sebuah poIigon? Mengapa menghitung rata-rata, mencari persentase, mengubah bentuk pecahan ke bentuk desimal, atau memecahkan beberapa soal dengan metode pensil dan kertas ketika ada cara praktis dan cepat yang dapat digunakan? Maka penggunaan kalkulator dengan metode yang tepat akan lebih mengefisiensi kan waktu yang digunakan dalam pembelajaran.
5.      Kalkulator Banyak Digunakan di Kehidupan Sehari-hari
Sekarang ini, hampir setiap orang menggunakan kalkulator dalam kehidupannya untuk melakukan perhitungan kecuali anak-anak sekolah. Siswa harus diajarkan bagaimana untuk menggunakan kalkulator, sebagai alat yang efektif yang mudah ditemukan, dan juga belajar untuk menguji kebenaran dengan kalkulator apabila diperIukan. Penggunaan kalkulator secara efektif adalah sebuah keterampilan yang penting. Keterampilan ini paling baik dipelajari dengan cara menggunakan kalkulator secara teratur dan penuh arti

2.3    How to Use Calculator in Learning Mathematics?
Bagaimana menggunakan kalkulator dalam pembelajaran matematika? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan kalkulator dalam pembelajaran matematika, sebagaimana dijelaskan berikut ini:
1.      Kalkulator adalah alat untuk melakukan perhitungan. Begitu pula pikiran kita dengan pensil-kertas. Peserta didik harus diajarkan kapan saatnya menggunakan kalkulator, dan kapan saatnya melakukan “mental calculations” atau perhitungan dengan pensil-kertas dan mana yang lebih efektif serta sesuai dengan permasalahan. Memilih alat yang tepat adalah bagian dari proses penyelesaian masalah secara efektif.
2.      Sangat penting bagi peserta didik untuk belajar memperkirakan hasil sebelum melakukan perhitungan, karena sangat mudah melakukan kesalahan ketika menekan tombol angka-angka. Dan peserta didik harus belajar untuk tidak ‘mengandalkan’ hasil pada kalkulator tanpa memeriksa kewajaran dari jawaban.
3.      Sebaiknya kalkulator tidak digunakan untuk mencoba secara acak semua kemungkinan operasi dan melihat mana yang menghasilkan jawaban yang benar. Sangat penting bagi peserta didik untuk memahami perbedaan dari setiap operasi matematika sehingga mereka tahu kapan menggunakan salah satunya ketika melakukan “mental calculations”, perhitungan dengan pensil-kertas atau perhitungan menggunakan kalkulator.

2.4    How to Teach Mathematics Using Calculator?
Bagaimana mengajarkan matematika dengan menggunakan kalkulator? Kalkulator akan berdampak baik jika digunakan pada saat yang tepat. Terdapat banyak macam situasi di kelas di mana kalkulator memainkan peranan yang sarna penting dengan alat bantu hitung lain ataupun alat peraga matematika karena penggunaan kalkulator akan memperkaya aktivitas belajar siswa dan membuat aktivitas belajar menjadi lebih berarti (meaningful). Berikut ini adalah keuntungan dari penggunaan kalkulator pada situasi yang tepat (State Board of Education, 1980: 69):
a)        Mempercepat pencarian pola-pola umum
Satu dan sekian banyak permasalan di dalam matematika adalah berkaitan dengan proses generalisasi. Generalisasi adalah suatu proses pencarian pola umum dan suatu permasalahan matematika jika diberikan hal-hal khusus dari permasalahan itu. Contoh yang jelas adalah jika diberikan tiga suku pertama dari suatu barisan bilangan, siswa diminta mencari suku ke-100 dan barisan tersebut. Pemunculan hasil perhitungan di layar kalkulator yang cepat memungkinkan siswa untuk memperkirakan kebenaran hasil yang diperolah dengn cepat pula dengan cara hanya mempertimbangkan satu atu dua dari situasi atau bentuk yang mungkin sebagai hasil generalisasi. Dalam hal ini penggunaan kalkulator tidak mengurangi arti dari konsep penggeneralisasian, sebab kalkulator hanya digunakan sebagai alat bantu siswa memeriksa hasil akhir dengan cepat, dan siswa masih tetap belajar bagaimana menggeneralisasikan suatu konsep matematika.
b)        Menghilangkan ketakutan siswa akan kegagalan perhitungan
Banyak siswa merasa lemah dalam ketrampilan komputasi, tetapi mereka sangat baik dalam menganalisis masalah. Mereka sangat takut membuat kesalahan "kecil" sehingga upaya yang telah dilakukan dalam memecahkan masalah matematika akan sia-sia. Dengan kalkulator maka ketakutan akan salah hitung menjadi hilang, sehingga menumbuhkan rasa percaya yang besar bahwa masalah matematika tersebut dapat mereka selesaikan dengan tepat.
c)        Menimbulkan motivasi dan rasa percaya diri
Banyak siswa yang mengalami kemacetan di jalan ketika sedang menyelesaikan suatu masalah karena mereka tidak dapat (mungkin akan memakan waktu lama sekali) menghitung hasil yang sangat kecil atau sangat besar jika menggunakan kertas dan pensil belaka. Jika mereka tidak mendapat kepastian kebenaran hasilnya, maka mereka akan kehilangan motivasi untuk melanjutkan kemacetan tersebut. Sebalikya, jika ada kalkulator di tangan, mereka mempunyai motivasi tinggi untuk tetap bekerja, karena mereka mempunyai alat untuk memeriksa hasil pekerjaannya.
d)       Menghindari perhitungan rutin dan berlarut-larut
Dalam mengerjakan latihan soal-soal matematika, umumnya siswa mengharapkan bahwa hasil yang akan mereka temukan adalah "bagus", misalnya hasilnya merupakan bilangan bulat atau pecahan sederhana. Jika rnereka rnendapatkan hasil jawaban berupa bilangan rasional yang tidak sederhana atau bilangan irrasional, maka mereka akan curiga bahwa mereka telah melakukan kesalahan dalam perhitungan. Mereka mungkin akan kecewa karena setelah melakukan perhitungan panjang lebar mereka mendapatkan hasil yang meragukan karena tidak ada alat untuk memeriksa kebenaran hasil. Dengan adanya kalkulator di tangan, mereka dapat rnenghindari perhitungan yang rutin dan berlarut-larut.
Selain itu hindarilah situasi belajar yang kurang tepat dalam menggunakan kalkulator. Berikut ini  merupakan situasi belajar yang kurang tepat jika guru mengintegrasikan kalkulator ke dalam proses belajar mengajar di kelas, karena sangat tidak menguntungkan, bahkan mungkin dapat mengacaukan tujuan belajar siswa. Situasi belajar itu adalah jika:
a)      Menyebabkan keterampilan berhitung hilang
Siswa yang bergantung sekali pada penggunaan kalkulator akan selalu tidak percaya dengan kemampuannya, sehingga mereka jarang sekali menggunakan kemampuan pribadinya dalam 'melakukan komputasi. Akibatnya adalah ketrampilan berhitung menjadi hilang. Guru harus bijaksana dalam memutuskan kapan siswa boleh menggunakan kalkulator dan kapan tidak. Jika siswa diijinkan menggunakan kalkulator, yakinkan bahwa siswa menggunakan pada situasi yang tepat, tidak menyebabkan keterampilan berhitung lenyap. qazxrz
b)      Di dalam situasi yang tidak adil
Kadangkala timbul situasi yang tidak semua siswa dapat melakukan perintah khusus dalam masalah matematika. Guru sebaiknya melarang penggunaan kalkulator dalam situasi tersebut, karena menyebabkan ketidakadilan persaingan. Sebagai contoh dalam masalah matematika yang memerlukan operasi matematika berturut-turut dan tidak semua siswa dapat menggunakan kalkulator. Guru disarankan tidak memperkenalkan siswa menggunakan kalkulator dalam situasi yang tidak adil tersebut
c)      Tidak mempunyai tujuan secara pendidikan
Menggunakan kalkulator tanpa tujuan pengajaran yang jelas tidak hanya memboroskan waktu bahkan menjadikan siswa bingung. Guru sebaiknya merencanakan secara khusus suatu model pengajaran dengan menggunakan kalkulator dengan tujuan yang jelas. Jika setiap kali dalam mengajar siswa diijinkan menggunakan kalkulator dalam mengerjakan 1atihan soal-soal matematika, maka siswa dapat menjadi bingung bilamana harus menggunakan dan bilamana tidak.
d)     Cenderung digunakan sebagai a1at yang maha penting
Pendidik khususnya guru sebaiknya selalu mengingatkan siswa bahwa kalkulator bukan alat yang serba bisa digunakan untuk menyelesaikan masaalh apa pun dalam matematika. Kalkulator hanyalah sebuah alat bantu pembelajaran yang disediakan untuk membantu siswa dalam menye1esaikan permasalahan matematika. Jangan biarkan siswa berpikir bahwa setiap masaah dalam matematika dapat diselesaikan dengan kalkulator sehingga siswa sangat bergantung padanya dan jika tanpa kalkulator maka mereka tidak mungkin menyelesaikan masalah matematika.

2.5    The Types of Calculators
Saat ini telah dikenal beberapa macam kalkulator dari berbagai merek dan type, tetapi dapat digolongkan menjadi dua jenis kalkulator yaitu :
1.      Kalkulator yang tidak dapat diprogram.
Kalkulator jenis ini hanya dapat digunakan untuk suatu kalkulasi sederhana, yang hanya menggunakan operasi hitung biasa misalnya perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan, logaritma, nilai fungsi trigonometri.
2.      Kalkulator yang dapat diprogram (Programmable Calculator).
Pada kalkulator jenis ini dapat dibedakan menjadi dua jenis pemrograman yaitu:
a.       Program aplikasi yang telah dirancang oleh pabriknya.
Program ini telah tersedia, sehingga pengguna dapat langsung menggunakan fasilitas tersebut.
Contoh: program-program untuk statistik, analisis regresi linier, integral dan sebagainya.
b.      Program yang dibuat sendiri oleh penggunanya.
Program dibuat sendiri sesuai dengan kebutuhan rumus yang akan diprogramnya dengan menggunakan “bahasa program” untuk kalkulator. Suatu program yang telah disusun dapat disimpulkan pada kalkulator dan program yang telah tersimpan tidak akan hilang walaupun kalkulator dimatikan.
Selain penggolongan di atas, berdasarkan manfaat penggunaannya kalkulator terbagi dalam tiga jenis, yaitu Simple Calculator, Scientific Calculator, Graphic Calculator.


BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
Kalkulator merupakan alat hitung yang dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Namun, kalkulator membawa dampak baik dan juga buruk. Bila kalkulator digunakan dengan semestinya, kalkulator akan sangat berfungsi. Tetapi bila dilihat lebih dekat, banyak anak yang menggunakan kalkulator berlebihan.
Maka diperlukan bimbingan belajar bagi siswa yang tidak mengerti materi tersebut dan perhatian dari orang tua serta guru pengajar dikelas. Supaya kalkulator dapat berfungsi dengan baik lagi. Tanpa membawa dampak bagi siswa yang mengakibatkan ketergantungan kalkulator (Mental Kalkulator).
Tulisan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengajak orang tua menjauhkan anak dari kalkulator. Tetapi bagaimana menempatkannya secara proporsional melalui approach education. Jika anak sedang sakit kepala, kemudian harus mengerjakan soal matematika yang ditugaskan sekolah, tidak salah jika dibantu dengan kalkulator. Itu lebih baik daripada tidak sama sekali.


DAFTAR PUSTAKA

Marsigit dan Siswanto R., (2003). Pembelajaran Matematika Berbantuan Kalkulator: Studi Kasus Penggunaan Kalkulator Texas Instrument TI 89 pada PBM Matematika di SMK Muhammadiyah IV Yogyakarta. Bandung: disampaikan pada Seminar Nasional di UPI Bandung.
Sakinah. (2012). Penggunaan Kalkulator dalam Pembelajaran Matematika  di SD. https://sakiiiinah.wordpress.com/2012/03/09/penggunaan-kalkulator-dalam-pembelajaran-matematika-di-sd/. Diakses pada tanggal 5 September 2016.
State Board of Education. (1980). Problem Solving, A Basic Mathematics Goal, Ohio: Dept. of Education, Ohio State University.
Winarno. (2003). Kalkulator Sebagai ALat Bantu Dalam Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Depdiknass PPPG Matematika.
Wikipedia. _____. Mesin Hitung. https://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_hitung. diakses pada tanggal 5 September 2016.