Stigma negatif tentang penggunaan kalkulator ketika belajar
matematika berkembang begitu pesat seolah tak ada manfaatnya sedikit pun dalam
pembelajaran. Tidak hanya guru, para orangtua pun ikut meng-iya-kan stigma ini.
Padahal nyatanya, telah banyak peneletian yang menunjukkan bahwa
tidak ada pengaruh negatif dalam penggunaan kalkulator dalam pembelajaran
matematika.
Kuncinya terletak pada, bagaimana proses pembelajaran itu
direncanakan dan dilaksanakan.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Teknologi merupakan sarana yang penting untuk mengajar dan
belajar matematika secara efektif, teknologi memperluas matematika
yang dapat diajarkan dan meningkatkan belajar siswa. Istilah
teknologi dalam konteks matematika sekolah merujuk pada semua jenis kalkulator
dan komputer, termasuk akses ke Internet dan sumber-sumber yang tersedia untuk menggunakan
perangkat tersebut. Dikutip dari NCTM dalam kaitannya dengan teknologi cukup
jelas bahwa: Teknologi merupakan sarana
penting untuk belajar dan mengajar matematika. Teknologi berkembang
beriringan dengan perkembangan zaman yang memunculkan banyak ahli dengan
berbagai penemuan baru mereka. Salah satu penemuan tersebut adalah kalkulator.
Sejak
dulu telah dikenal alat bantu dalam perhitungan, mulai dari yang sangat
sederhana dengan menggunakan butir-butir biji-jian, menggunakan jari tangan,
kemudian berkembang dengan menggunakan dekak-dekak, abacus, mesin hitung
manual, dan akhirnya pada alat hitung elektronika berupa kalkulator dan
komputer. Pada perkembangannya sekarang ini, kalkulator sering dimasukkan
sebagai fungsi tambahan daripada komputer, handphone, bahkan sampai jam tangan.
Kenyataannya
saat ini belum banyak siswa maupun guru yang mampu menggunakan kalkulator untuk
penyelesaian berbagai perhitungan dalam matematika. Pada umumnya masih terbatas
penggunaannya pada proses perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan.
Padahal dengan menggunakan scientific calculator dapat digunakan untuk
menyelesaikan berbagai perhitungan-perhitungan baik dalam operasi hitung maupun
lainnya, misalnya statistic, keuangan, aljabar, kalkulus, dan sebagainya. Oleh karena itu seorang guru perlu
mengetahui penggunaan kalkulator tersebut
untuk pembelajaran
matematika.
Matematikawan asal Malaysia, Prof Dr
Noraini Idris, berpendapat kalkulator memungkinkan mata pelajaran matematika
kian menarik karena adanya dorongan interaksi untuk menyelesaikan permasalahan.
Menurutnya, penggunaan kalkulator memberi kesempatan lebih beragam kepada anak
untuk berinteraksi. Sebab mereka punya waktu ketika menggunakannya untuk
menyelesaikan soal matematika ketimbang jika melakukan perhitungan secara
manual. Sebenarnya penggunaan kalkulator dapat berguna dengan baik apanila kita
tahu cara penggunaannya.
Pada
makalah ini akan dibahas mengenai pengertian kalkulator, mengapa perlu
menggunakan kalkulator, bagaimana menggunakan kalkulator dalam pembelajaran
matematika, bagaimana mengajarkan matematika dengan menggunakan kalkulator, dan
jenis-jenis kalkulator.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan
uraian di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.
Apa
itu kalkulator?
2.
Mengapa
perlu menggunakan kalkulator?
3.
Bagaimana
menggunakan kalkulator dalam pembelajaran matematika?
4.
bagaimana
mengajarkan matematika dengan menggunakan kalkulator?
5.
Apa
saja jenis-jenis kalkulator?
1.3 Tujuan
Berdasarkan
penjelasan pada rumusan masalah di atas makan tujuan dari makalah ini adalah
untuk mengetahui:
1.
Apa
itu kalkulator.
2.
Mengapa
perlu menggunakan kalkulator.
3.
Bagaimana
menggunakan kalkulator dalam pembelajaran matematika.
4.
bagaimana
mengajarkan matematika dengan menggunakan kalkulator.
5.
Apa
saja jenis-jenis kalkulator.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 What
is Calculator?
Apa itu kalkulator? Pengertian kalkulator secara singkat ialah alat
bantu untuk menghitung. Kalkulator
merupakan alat hitung elektronika yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan
komputer, dan dikalangan masyarakat sudah banyak yang menggunakannya sebagai
alat bantu hitung yang praktis dan cepat. Dan saat ini sudah banyak beredar
kalkulator dengan bermacam-macam merek dan tipe, yang biasanya mempunyai cara
pengoperasian yang berbeda-beda, tetapi pada dasarnya hamper sama.
Menurut
Wikipedia, kalkulator atau mesin hitung adalah alat untuk
menghitung dari perhitungan sederhana seperti penjumlahan, pengurangan,
perkalian dan pembagian sampai kepada kalkulator sains yang dapat menghitung
rumus matematika tertentu. Pengertian ini sejalan dengan
Winarno (2003) bahwa kalkulator merupakan alat hitung elektronika yang jauh
lebih sederhana dibandingkan dengan komputer, dan saat ini sudah beredar banyak
dikalangan masyarakat yang digunakan sebagai alat bantu hitung yang praktis dan
cepat.
Kalkulator
dapat dipandang sebagai alat bantu dalam pembelajaran. Kalkulator menurut Kamus
Elektronika (Wasito; 1996:83-94 dalam Marsigit dan Siswanto, 2003) adalah
piranti khusus untuk melaksanakan persiapan ilmu hitung dengan datadata dan
instruksi yang dimasukkan kepadanya. Kebanyakan piranti ini memerlukan
intervensi tangan, yang dapat dipakai untuk melaksanakan penghitungan logika
dan digit.
Pada perkembangannya sekarang ini,
kalkulator sering dimasukkan sebagai fungsi tambahan daripada komputer,
handphone, bahkan sampai jam tangan. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan
semua kalangan menggunakan kalkulator. Selain itu juga pengembangan kalkulator
dalam pemanfaatannya mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih.
Dapat diambil kesimpulan bahwa
kalkulator adalah sebuah alat bantu hitung yang semakin modern sesuai
perkembangan zaman, simple, dan mudah dibaw kemana-mana.
2.2 Why
Using Calculator?
Mengapa perlu menggunakan kalkulator?
Penggunaan kalkulator perlu dilakukan karena kalkulator merupakan alat yang
mampu membantu memudahkan perhitungan. Pengoperasian bilangan-bilangan besar
dapat dilakukan dengan mudah kalau kita menggunakan kalkulator.
Sebenarnya penggunaan kalkulator dalam
pembelajaran matematika masih menimbulkan pertentangan atau perdebatan dari
berbagai pihak. Sebagian orang berpendapat bahwa
kalkulator dapat membantu peserta didik untuk lebih berkonsentrasi dalam
memahami dan mempelajari konsep-konsep matematika, daripada sekedar melakukan
perhitungan matematika yang rumit dan membosankan. Mereka juga berpendapat
bahwa kalkulator dapat mengembangkan ‘number sense’ dan membuat peserta didik
lebih percaya diri dengan kemampuan matematika yang mereka miliki.
Sementara sebagian lain yang menentang
penggunaan kalkulator dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar,
mengatakan bahwa kalkulator membuat peserta didik tidak belajar tentang
fakta-fakta dasar, menghambat peserta didik dalam menemukan dan memahami
konsep-konsep matematika. Kalkulator hanya mendorong peserta didik untuk
mencoba berbagai operasi matematika secara acak tetapi mereka tidak memahami
apa yang mereka lakukan. Mereka juga mengatakan bahwa kalkulator menghalangi
peserta didik untuk mendapatkan salah satu manfaat penting dari pembelajaran
matematika yaitu melatih dan disiplin pikiran serta mempromosikan penalaran
logis.
Padahal
penggunaan
kalkulator dapat berguna dengan baik apabila kita tahu cara penggunaannya. Baik atau buruk penggunaan kalkulator
dalam pembelajaran matematika di kelas tergantung pada pendekatan yang
digunakan oleh guru. Kalkulator tidak lebih dari sekedar alat yang tidak baik
tetapi juga tidak buruk. Kenyataannya sekarang, kalkulator banyak digunakan
oleh orang- orang dari berbagai lapisan masyarakat, sehingga peserta didik
tetap harus belajar menggunakannya setelah mereka menyelesaikan sekolah.
Manfaat lain dari kalkulator yang
memudahkan pembelajaran matematika di kelas diantaranya adalah sebagi berikut:
1. Kalkulator Dapat Digunakan untuk Mengembangkan Konsep
Kalkulator juga dapat digunakan
secara efektif untuk mengembangkan konsep. Adding It Up: Helping Children
Learn Mathematics (NRC, 2001) memuat beberapa penelitian jangka panjang
yang telah menunjukkan bahwa siswa kelas 4-6 yang menggunakan kalkulator
meningkat pemahaman konsepnya.
2. Kalkulator dapat digunakan untuk Drill
Kalkulator merupakan alat yang
sangat baik untuk drill yang tidak merlukan komputer atau perangkat lunak.
Kalkulator masa kini mempunyai penyelesaian soal yang sudah terprogram yang
memungkinkan siswa untuk dapat belajar fakta-fakta perhitungan, mengembangkan
daftar fakta yang terkait, dan menguji kesamaan atau ketidaksamaan ekspresi
aritmetika pada kedua sisi dari simbol hubungannya
3. Kalkulator Meningkatkan Pemecahan Soal
Beberapa penelitian telah
menunjukkan bahwa penggunaan kalkulator memperbaiki kemampuan pemecahan soal
dari pelajar pada segala tingkatan untuk semua kelas (NRC, 2001). Mekanisme
perhitungan kadang dapat memecah perhatian siswa dari problem yang mereka kerjakan.
SambiI memahami arti dari operasi, siswa harus diperkenalkan dengan soal nyata
dengan bilangan-bilangan yang realistis. Bilangannya mungkin di atas kemampuan
mereka untuk menghitung, tetapi kalkulator membuat soal nyata ini dapat
diselesaikan.
4. Kalkulator Menghemat Waktu
Perhitungan dengan tangan akan
memakan waktu, terutama untuk siswa usia dini yang belum mengembangkan penguasaan
teknik-teknik perhitungan mereka. Mengapa waktu harus dihabiskan oleh siswa
untuk menjumlahkan bilangan-bilangan untuk mencari keIiling dari sebuah
poIigon? Mengapa menghitung rata-rata, mencari persentase, mengubah bentuk
pecahan ke bentuk desimal, atau memecahkan beberapa soal dengan metode pensil
dan kertas ketika ada cara praktis dan cepat yang dapat digunakan? Maka penggunaan
kalkulator dengan metode yang tepat akan lebih mengefisiensi kan waktu yang
digunakan dalam pembelajaran.
5. Kalkulator Banyak Digunakan di Kehidupan Sehari-hari
Sekarang ini, hampir setiap orang
menggunakan kalkulator dalam kehidupannya untuk melakukan perhitungan kecuali
anak-anak sekolah. Siswa harus diajarkan bagaimana untuk menggunakan
kalkulator, sebagai alat yang efektif yang mudah ditemukan, dan juga belajar
untuk menguji kebenaran dengan kalkulator apabila diperIukan. Penggunaan
kalkulator secara efektif adalah sebuah keterampilan yang penting. Keterampilan
ini paling baik dipelajari dengan cara menggunakan kalkulator secara teratur
dan penuh arti
2.3 How
to Use Calculator in Learning Mathematics?
Bagaimana
menggunakan kalkulator dalam pembelajaran matematika? Ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan ketika menggunakan kalkulator dalam pembelajaran matematika,
sebagaimana dijelaskan berikut ini:
1. Kalkulator adalah alat untuk
melakukan perhitungan. Begitu pula pikiran kita dengan pensil-kertas. Peserta
didik harus diajarkan kapan saatnya menggunakan kalkulator, dan kapan saatnya
melakukan “mental calculations” atau perhitungan dengan pensil-kertas dan mana
yang lebih efektif serta sesuai dengan permasalahan. Memilih alat yang tepat
adalah bagian dari proses penyelesaian masalah secara efektif.
2. Sangat penting bagi peserta didik
untuk belajar memperkirakan hasil sebelum melakukan perhitungan, karena sangat
mudah melakukan kesalahan ketika menekan tombol angka-angka. Dan peserta didik
harus belajar untuk tidak ‘mengandalkan’ hasil pada kalkulator tanpa memeriksa
kewajaran dari jawaban.
3. Sebaiknya kalkulator tidak digunakan
untuk mencoba secara acak semua kemungkinan operasi dan melihat mana yang
menghasilkan jawaban yang benar. Sangat penting bagi peserta didik untuk
memahami perbedaan dari setiap operasi matematika sehingga mereka tahu kapan
menggunakan salah satunya ketika melakukan “mental calculations”, perhitungan
dengan pensil-kertas atau perhitungan menggunakan kalkulator.
2.4 How
to Teach Mathematics Using Calculator?
Bagaimana mengajarkan matematika dengan
menggunakan kalkulator? Kalkulator akan berdampak baik jika digunakan pada saat
yang tepat. Terdapat banyak macam situasi di kelas
di mana kalkulator memainkan peranan yang sarna penting dengan alat bantu
hitung lain ataupun alat peraga matematika karena penggunaan kalkulator akan memperkaya
aktivitas belajar siswa dan membuat aktivitas belajar menjadi lebih berarti
(meaningful). Berikut ini adalah keuntungan dari penggunaan kalkulator pada
situasi yang tepat (State Board of Education, 1980: 69):
a)
Mempercepat pencarian
pola-pola umum
Satu dan sekian banyak
permasalan di dalam matematika adalah berkaitan dengan proses generalisasi.
Generalisasi adalah suatu proses pencarian pola umum dan suatu permasalahan
matematika jika diberikan hal-hal khusus dari permasalahan itu. Contoh yang
jelas adalah jika diberikan tiga suku pertama dari suatu barisan bilangan,
siswa diminta mencari suku ke-100 dan barisan tersebut. Pemunculan hasil perhitungan
di layar kalkulator yang cepat memungkinkan siswa untuk memperkirakan kebenaran
hasil yang diperolah dengn cepat pula dengan cara hanya mempertimbangkan satu
atu dua dari situasi atau bentuk yang mungkin sebagai hasil generalisasi. Dalam
hal ini penggunaan kalkulator tidak mengurangi arti dari konsep
penggeneralisasian, sebab kalkulator hanya digunakan sebagai alat bantu siswa
memeriksa hasil akhir dengan cepat, dan siswa masih tetap belajar bagaimana
menggeneralisasikan suatu konsep matematika.
b)
Menghilangkan ketakutan
siswa akan kegagalan perhitungan
Banyak siswa merasa
lemah dalam ketrampilan komputasi, tetapi mereka sangat baik dalam menganalisis
masalah. Mereka sangat takut membuat kesalahan "kecil" sehingga upaya
yang telah dilakukan dalam memecahkan masalah matematika akan sia-sia. Dengan
kalkulator maka ketakutan akan salah hitung menjadi hilang, sehingga
menumbuhkan rasa percaya yang besar bahwa masalah matematika tersebut dapat
mereka selesaikan dengan tepat.
c)
Menimbulkan motivasi
dan rasa percaya diri
Banyak siswa yang
mengalami kemacetan di jalan ketika sedang menyelesaikan suatu masalah karena
mereka tidak dapat (mungkin akan memakan waktu lama sekali) menghitung hasil
yang sangat kecil atau sangat besar jika menggunakan kertas dan pensil belaka.
Jika mereka tidak mendapat kepastian kebenaran hasilnya, maka mereka akan
kehilangan motivasi untuk melanjutkan kemacetan tersebut. Sebalikya, jika ada
kalkulator di tangan, mereka mempunyai motivasi tinggi untuk tetap bekerja,
karena mereka mempunyai alat untuk memeriksa hasil pekerjaannya.
d)
Menghindari perhitungan
rutin dan berlarut-larut
Dalam
mengerjakan latihan soal-soal matematika, umumnya siswa mengharapkan bahwa
hasil yang akan mereka temukan adalah "bagus", misalnya hasilnya
merupakan bilangan bulat atau pecahan sederhana. Jika rnereka rnendapatkan
hasil jawaban berupa bilangan rasional yang tidak sederhana atau bilangan
irrasional, maka mereka akan curiga
bahwa mereka telah melakukan kesalahan dalam perhitungan. Mereka mungkin akan
kecewa karena setelah melakukan perhitungan panjang lebar mereka mendapatkan
hasil yang meragukan karena tidak ada alat untuk memeriksa kebenaran hasil.
Dengan adanya kalkulator di tangan, mereka dapat rnenghindari perhitungan yang
rutin dan berlarut-larut.
Selain itu hindarilah situasi belajar
yang kurang tepat dalam menggunakan kalkulator. Berikut
ini merupakan situasi belajar yang
kurang tepat jika guru mengintegrasikan kalkulator ke dalam proses belajar
mengajar di kelas, karena sangat tidak menguntungkan, bahkan mungkin dapat
mengacaukan tujuan belajar siswa. Situasi belajar itu adalah jika:
a)
Menyebabkan
keterampilan berhitung hilang
Siswa
yang bergantung sekali pada penggunaan kalkulator akan selalu tidak percaya
dengan kemampuannya, sehingga mereka jarang sekali menggunakan kemampuan
pribadinya dalam 'melakukan komputasi. Akibatnya adalah ketrampilan berhitung
menjadi hilang. Guru harus bijaksana dalam memutuskan kapan siswa boleh
menggunakan kalkulator dan kapan tidak. Jika siswa diijinkan menggunakan kalkulator,
yakinkan bahwa siswa menggunakan pada situasi yang tepat, tidak menyebabkan keterampilan
berhitung lenyap. qazxrz
b)
Di dalam situasi yang
tidak adil
Kadangkala
timbul situasi yang tidak semua siswa dapat melakukan perintah khusus dalam
masalah matematika. Guru sebaiknya melarang penggunaan kalkulator dalam situasi
tersebut, karena menyebabkan ketidakadilan persaingan. Sebagai contoh dalam
masalah matematika yang memerlukan operasi matematika berturut-turut dan tidak
semua siswa dapat menggunakan kalkulator. Guru disarankan tidak memperkenalkan siswa
menggunakan kalkulator dalam situasi yang tidak adil tersebut
c)
Tidak mempunyai tujuan
secara pendidikan
Menggunakan
kalkulator tanpa tujuan pengajaran yang jelas tidak hanya memboroskan waktu
bahkan menjadikan siswa bingung. Guru sebaiknya merencanakan secara khusus
suatu model pengajaran dengan menggunakan kalkulator dengan tujuan yang jelas.
Jika setiap kali dalam mengajar siswa diijinkan menggunakan kalkulator dalam mengerjakan
1atihan soal-soal matematika, maka siswa dapat menjadi bingung bilamana harus
menggunakan dan bilamana tidak.
d)
Cenderung digunakan
sebagai a1at yang maha penting
Pendidik
khususnya guru sebaiknya selalu mengingatkan siswa bahwa kalkulator bukan alat
yang serba bisa digunakan untuk menyelesaikan masaalh apa pun dalam matematika.
Kalkulator hanyalah sebuah alat bantu pembelajaran yang disediakan untuk
membantu siswa dalam menye1esaikan permasalahan matematika. Jangan biarkan
siswa berpikir bahwa setiap masaah dalam matematika dapat diselesaikan dengan
kalkulator sehingga siswa sangat bergantung padanya dan jika tanpa kalkulator
maka mereka tidak mungkin menyelesaikan masalah matematika.
2.5 The Types of Calculators
Saat ini telah dikenal beberapa macam kalkulator dari berbagai
merek dan type, tetapi dapat digolongkan menjadi dua jenis kalkulator yaitu :
1.
Kalkulator
yang tidak dapat diprogram.
Kalkulator
jenis ini hanya dapat digunakan untuk suatu kalkulasi sederhana, yang hanya
menggunakan operasi hitung biasa misalnya perkalian, pembagian, penjumlahan,
pengurangan, logaritma, nilai fungsi trigonometri.
2.
Kalkulator
yang dapat diprogram (Programmable Calculator).
Pada
kalkulator jenis ini dapat dibedakan menjadi dua jenis pemrograman yaitu:
a.
Program
aplikasi yang telah dirancang oleh pabriknya.
Program
ini telah tersedia, sehingga pengguna dapat langsung menggunakan fasilitas
tersebut.
Contoh:
program-program untuk statistik, analisis regresi linier, integral dan
sebagainya.
b.
Program
yang dibuat sendiri oleh penggunanya.
Program
dibuat sendiri sesuai dengan kebutuhan rumus yang akan diprogramnya dengan
menggunakan “bahasa program” untuk kalkulator. Suatu program yang telah disusun
dapat disimpulkan pada kalkulator dan program yang telah tersimpan tidak akan
hilang walaupun kalkulator dimatikan.
Selain penggolongan di atas, berdasarkan
manfaat penggunaannya kalkulator terbagi dalam tiga jenis, yaitu Simple Calculator, Scientific Calculator, Graphic
Calculator.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kalkulator merupakan alat hitung yang dapat menyelesaikan
pekerjaan dengan baik. Namun, kalkulator membawa dampak baik dan juga buruk.
Bila kalkulator digunakan dengan semestinya, kalkulator akan sangat berfungsi.
Tetapi bila dilihat lebih dekat, banyak anak yang menggunakan kalkulator
berlebihan.
Maka diperlukan bimbingan belajar bagi siswa yang tidak
mengerti materi tersebut dan perhatian dari orang tua serta guru pengajar
dikelas. Supaya kalkulator dapat berfungsi dengan baik lagi. Tanpa membawa
dampak bagi siswa yang mengakibatkan ketergantungan kalkulator (Mental
Kalkulator).
Tulisan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengajak
orang tua menjauhkan anak dari kalkulator. Tetapi bagaimana menempatkannya
secara proporsional melalui approach education. Jika anak sedang sakit kepala,
kemudian harus mengerjakan soal matematika yang ditugaskan sekolah, tidak salah
jika dibantu dengan kalkulator. Itu lebih baik daripada tidak sama sekali.
DAFTAR PUSTAKA
Marsigit dan
Siswanto R., (2003). Pembelajaran Matematika Berbantuan Kalkulator: Studi
Kasus Penggunaan Kalkulator Texas Instrument TI 89 pada PBM Matematika di SMK
Muhammadiyah IV Yogyakarta. Bandung: disampaikan pada Seminar Nasional di UPI Bandung.
Sakinah.
(2012). Penggunaan Kalkulator dalam
Pembelajaran Matematika di SD. https://sakiiiinah.wordpress.com/2012/03/09/penggunaan-kalkulator-dalam-pembelajaran-matematika-di-sd/. Diakses pada tanggal 5 September 2016.
State Board of Education. (1980). Problem Solving, A Basic Mathematics Goal, Ohio: Dept. of Education,
Ohio State University.
Winarno. (2003).
Kalkulator Sebagai ALat Bantu Dalam
Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Depdiknass PPPG Matematika.
Wikipedia.
_____. Mesin Hitung. https://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_hitung. diakses pada tanggal 5 September 2016.
AWW. MBAK MINTA IJIN UNDUH MATERI
BalasHapusHARMAN
AWW. MBAK MINTA IJIN UNDUH MATERI
BalasHapusHARMAN